5 bahaya menggunakan Headphone/Headset terlalu sering untuk masalah pada telinga

Gambar ilustrasi cewek menggunakan haeadphone | sumber pixabay.com no copy right

blogmerot21.xyz -
Headphone memang sangat nyaman digunakan, apalagi saat berolahraga atau bersantai. Tapi headphone juga bisa jadi tidak sehat, bahkan berbahaya. Jika terlalu sering memakai headphone, bisa menyebabkan masalah kulit seperti jerawat.Yang lebih parah lagi adalah efek headphone yang bisa merusak pendengaran. Penelitian menunjukkan bahwa terlalu sering mendengarkan headphone dengan volume keras dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen, loh. 

berikut 5 masalah pada telinga akibat terlalu sering menggunakan headphone: 


1. Menurunkan kemampuan mendengar 

Memakai headphone atau earbud terlalu lama atau mendengarkan musik terlalu keras, dapat merusak pendengaran. Aturan yang baik untuk diikuti adalah 60/60. Artinya, dengarkan headphone tidak lebih dari 60% dari volume maksimal selama tidak lebih dari 60 menit pada satu waktu. 

2.Infeksi telinga 

Penyumbat telinga dan headphone bisa meningkatkan suhu saluran telinga, yang dapat menyebabkan abrasi kulit dan menimbulkan bakteri berbahaya. Jika membeli headphone, pastikan mendisinfeksi sebelum memakainya.  

3.Menurunkan kepekaan pada lingkungan 

Kelemahan lain dari kebiasaan menggunakan headphone adalah kamu akan kurang memerhatikan lingkungan. Termasuk membuatmu jadi kurang peka dengan suara klakson kendaraan lain saat di jalan raya. Lebih baik menjeda musik atau mematikan headphone sementara waktu, terutama saat di jalan 

4. Meningkatkan risiko vertigo 

Vertigo adalah "sensasi tidak seimbang" dan sering kali disertai dengan gejala seperti pusing, mual, dan muntah. Penggunaan headphone yang berlebihan juga dikaitkan dengan kondisi penyebab vertigo 

5. Terkena radiasi 

Jika menggunakan headset nirkabel "bluetooth", maka kamu memaparkan tubuh pada radiasi. Dalam sebuah studi tahun 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa radiasi frekuensi radio (RF) menghasilkan efek biologis yang mencerminkan karsinogen pada tikus jantan. Temuan ini mengarah pada studi lanjutan tentang radiasi pada manusia

Bagaimana artikel saat ini sobat cukup membantu? Tolong salin url di atas lalu bagikan artikel ini ke teman-teman sobat atau sodara sobat. Agar kami senang membuat dan mendukung artikel kami. Sekian terima kasih sampai jumpa. Salam hangat dari kami😊

artikel ini dimiliki dan didukung oleh © pesha acompeny

Plagiarisma Protected by Copyscape peshaAcompeny