Maaf, saya mengabaikan diri saya, Raffi Ahmad dilaporkan ke polisi, Rocky Gerung bak dalam uji keadilan negara.

Blogmerot21.xyz - Menjadi perwakilan kaum anak muda pertama yang menerima vaksin covid-19, siapa sangka kini Raffi Ahmad justru mengalami permasalahan serius.

Diketahui Rabu (13/1/2021), Raffi Ahmad menjadi salah satu penerima pertama vaksin Covid-19 Sinovac.

Raffi Ahmad menerima vaksin di Istana Kepresidenan Jakarta bersama Presiden Joko Widodo.

Sayangnya setelah divaksin, nama Raffi Ahmad justru trending di media sosial.

Hal itu lantaran belum 24 jam divaksin, Raffi Ahmad malah ketahuan tak mengenakan masker dalam sebuah acara malam.

Kelakuan Raffi Ahmad ini sontak menuai sorotan.

Raffi Ahmad bahkan sampai ditegur oleh pihak Istana.

Presenter kondang Raffi Ahmad akhirnya menyatakan permintaan maafnya perihal sindiran tak mematuhi protokol kesehatan usai divaksin.

Raffi Ahmad juga menjelaskan kronologi dirinya yang tak mengenakan masker dan berada ditengah kerumunan, usai disuntik vaksim sinovac covid-19.

Raffi Ahmad mengunggah sebuah video klairifikasi dan permintaan maafnya ke akun instagramnya @raffinagita1717.

"Assalamualaikum wr wb, saya Raffi Ahmad. Terkait kejadian tadi malam, saya mau klarifikasi," kata Raffi Ahmad.

"Tapi sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada pa Presiden Jokowi dan seluruh staf Presiden, sekali lagi minta maaf keseluruh masyarakat Indonesia atas peristiwa tadi malam," sambungnya.

Pria berusia 33 tahun itu menjelaskan bahwa foto dirinya tak pakai masker dan kumpul bersama teman-temannya tersebut benar adanya.

"Jadi tadi malam bukan ditempat umum, tapi di rumah pribadi ayahnya teman saya.

Kondisinya mengikuti protokoler," ucapnya.

Raffi Ahmad mengakui, ia dan Nagita Slavina, istrinya sedang makan dan kemudian ada yang mengabadikan gambar mereka berdua sesang tidak menggunakan masker.

"Nah kebetulan saya lagi makan tidak pakai masker dan ada yang foto.

Tapi apapun itu saya minta maaf karena kejadian ini menjadi heboh," jelasnya.

Raffi Ahmad meminta maaf atas fotonya tersebut yang tak menggunakan masker dan berada dikerumunan membuat ricuh satu Indonesia.

"Sekali lagi dengan kerendahan hati saya saya minta maaf.

Kedepannya saya ingin lebih aware lagi dalam apapun dan dimana pun saya berada," ujar Raffi Ahmad.


Bak tak mempedulikan permohonan maaf Raffi Ahmad itu, siapa sangka presenter kondang itu justru dilaporkan ke polisi.

Laporan ini dilakukan ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) ke Polda Metro Jaya.

Ketua Infokom DPP Pekat IB Lisman Hasibuan menuturkan, Raffi Ahmad merupakan seorang pemberi pengaruh (influencer) seharusnya bisa menjaga sikap dan diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Dia kan 'influencer', bersama presiden lagi, habis itu dia melakukan pesta-pesta yang sebenarnya tidak boleh. Apalagi, dia publik figur yang dipercayakan sosialisasi Covid," ucap Lisman dilansir dari TribunJakarta.com.

Kendati Raffi Ahmad telah menyampaikan permintaan maaf karena menghadiri sebuah pesta tanpa menggunakan masker dan tanpa menjaga jarak beberapa jam setelah vaksinasi, Lisman menilai seharusnya hal itu tidak menghentikan proses hukumnya.

Pelaporan Raffi Ahmad atas dugaan kasus melanggar protokol kesehatan ini juga disorot Rocky Gerung.

Dilansir dalam vlog terbarunya, Rocky Gerung menegaskan, perilaku Raffi Ahmad seharusnya dianggap sama dengan kasus Rizieq Shihab yang melanggar protokol kesehatan.

"Perilakunya sama tetapi perlakuaannya beda secara hukum, itu yang jadi persoalkan. Orang mengintai bagaimana Istana meresponnya dan Istana kerepotan sendiri karena dari awal, hanya sebagian yang dicecar," imbuh Rocky Gerung.

Lebih lanjut, Rocky menyatakan, saat ini terjadi lapor melapor ke polisi karena pertamanya dilakukan oleh kekuasaan yang ingin memenjarakan orang.

"Sebenarnya gak ada aneh dari rakyat. Pemerintah sering anggap penanggulangan Covid gagal karena rakyat tak disiplin. Rakyat sekarang meminta Presiden untuk menertibkan orang yang gak pakai masker."

"Presiden lantas melakukan penertiban di Pertamburan dan sekarang sudah selesai, nantinya banyak orang menganggap UU Kesehatan dan Karantina Wilayah hanya berlaku untuk Pertamburan. Kalau di rumah mewah gak berlaku," jelas Rocky Gerung.

Rocky Gerung menilai, saat ini pihak Istana belum bisa membaca kondisi psikologis rakyat yang ingin diperlakukan adil.

"Saya tetap mendukung laporan itu, bukan karena ingin menjebaknya tetapi ingin menguji dalil keadilan negara," beber Rocky Gerung.

Kemudian Rocky Gerung menyatakan, orang ingin adanya konsistensi penerapan kebijakan terkait protokol kesehatan saat ini. Bukan mengenai pembayaran sanksi yang bisa dilakukan Raffi Ahmad semata.

Berkaca dengan kasus Habib Rizieq dan Raffi Ahmad, lanjut Rocky, kebajikan yang diperoleh atas kasus ini yakni orang menagih diperlakukan dengan kesetaraan.

"Kesetaraan perlakuaan, tanggalkan sensasi politik. Publik hanya ingin tiap warga negara diperlakukan setara, ini bukan hal sederhana karena kita ingin hukum itu untuk menjaga kehidupan yang masuk akal."

"Kalau hanya satu pihak yang dihukum itu tak masuk akal, jangan dendam ditampung itu karena pemerintah berlaku sepihak. Raffi dan Ahok memiliki beban besar di pundak karena publik figur, berbeda dengan rakyat biasa yang tak pakai masker karena buru-buru bekerja untuk kebutuhan perutnya," imbuh Rocky Gerung.

Rocky Gerung menyatakan, Raffi Ahmad dan Ahok merupakan kalangan terpelajar sehingga seharusnya mereka mampu menahan ego konsumtif karena tak kelaparan.
Plagiarisma Protected by Copyscape peshaAcompeny