Membangkitkan Hati yang BaikDitulis oleh Sangye Khadro

Bagian ke-20 dari 40
Membangkitkan Hati yang Baik
Ditulis oleh Sangye Khadro
Sebuah ajaran tentang Lojong (transformasi batin) dan Tonglen (terima kasih, menukar diri dengan orang lain)

Dengan gambaran yang realistik mengenai diri sendiri, kita tidak akan begitu mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain. Namun hal ini tidak berarti bahwa kita harus mengabaikan semua pandangan orang lain, karena kritik juga dapat bermanfaat.

Salah satu guru saya, Geshe Doga, pernah mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi kita untuk marah jika kita dikritik. Kita harus melihat ke dalam diri
kita, melakukan introspeksi dan memeriksa apakah kritik tersebut benar atau tidak. Jika kritik itu tidak benar, maka kata-kata orang itu bagaikan kata-kata kosong yang tanpa arti, dan kita tidak perlu marah karena kata-kata itu.

Namun jika setelah kita memeriksa diri kita sendiri, kita melihat bahwa kritik itu benar, maka kita dapat menerimanya dengan senang hati sebagai nasihat yang akan membantu perkembangan spiritual kita. Sering kali kita sulit untuk menilai diri secara objektif—kita tidak dapat melihat kesalahan kita, bahkan kita bisa dikatakan buta akan kesalahan dan kekeliruan kita, sehingga akan sangat berguna bagi kita, ketika ada orang lain yang menunjukannya.

Hal lain yang menyebabkan kita marah ketika dikritik adalah karena kita selalu ingin benar, selalu ingin menjadi pemenang dalam setiap argumen atau pertengkaran. Mungkin ada gunanya menanyakan pada diri kita sendiri: “Mengapa kemenangan itu begitu penting bagi saya? Dan apa artinya ‘menang’?” Jika kita bertengkar lalu menang dan membuat orang yang kalah merasa malu atau sedih, apakah kita benar-benar akan merasa bangga pada diri kita? Apakah kita telah mencapai sesuatu yang membuat kita puas? Apakah segala sesuatu hanya ada benar-benar hitam atau putih sehingga harus ada yang menang dan kalah dalam setiap konflik? Apakah mungkin “menang” dan “kalah” itu sifatnya hanya relatif, bahwa mereka hanyalah ide-ide atau konsep dalam pikiran kita, yang tergantung pada bagaimana kita memandang sebuah situasi, dan apa yang kita inginkan atau harapkan dari situasi tersebut?

Dengan kata lain, jika kita mengerti dengan jelas apa yang ingin kita capai—kita mungkin bisa menyelesaikan permasalahan dengan orang lain dengan
suatu cara yang dapat membuat kedua pihak merasa lebih baik.

Photo : Actress Angelina jolie and young monks

Plagiarisma Protected by Copyscape peshaAcompeny