Pengobatan Aneh Impotensi Pada Zaman Duhulu

blogmerot 21 - pengobatan impotensi
Pengobatan terhadap impotensi sudah dikembangkan sejak zaman dahulu yang mempunyai sejarah panjang dari pengobatan dengan hati buaya sampai pengusiran iblis, simak artikel ini!
Pengobatan impotensi telah dikembangkan sejak 4000 tahun yang lalu dan memiliki sejarah yang panjang. Pengobatan dimulai dari hal yang berbasis kepercayaan mistis hingga berbasis medis.

Bukti bukti penemuanya

Seperti yang telah dilansir oleh everydayhealth, berikut sejarah tentang pengobatan impotensi dari masa ke masa.
2500 SM (Pengobatan Impoten dengan Ramuan dan Akupuntur)
Filosofi cina kuno mempercayai bahwa pria memiliki yin dan yang pada usia 60 tahun yang sudah tidak seimbang. Karena yin dan yang merupakan unsur dari kekuatan yang sifatnya berlawanan tetapi harus tetap seimbang. Sebab bila kurangnya unsur yin dalam kehidupan dapat membuat energi seksual pria menjadi lemah.

Sekitar 2500 SM, terdapat buku teks tentang pengobatan tradisional cina untuk mengatasi masalah impoten yang berupa ramuan dan 22 bahan alami yang digunakan para raja.

Selain ramuan, metode akupuntur pun sudah diterapkan sejak zaman dahulu. Pengobatan dilakukan dengan menggunakan jarum untuk menyeimbangkan aliran energi dalam tubuh. Dan cara tersebut masih digunakan sampai sekarang.

Waktu mesir kuno

1600 SM (Hati Buaya)
Sekitar 1600 SM, orang mesir kuno percaya bahwa impoten adalah hasil dari gangguan alam atau mantra jahat. Orang mesir mempunyai banyak cara untuk mengatasinya, salah satunya dengan cara menggosokan penis dengan hati buaya.

Selain itu juga orang mesir mempunyai metode dengan cara menggunakan bunga teratai, karena bung teratai meengandung bahan aktif, apomorphine yang dapat digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi.

1000 SM (Bunga Nymphaea)
Peradaban maya kuno menggunakan bunga-bunga yang termasuk dalam genus yang sama dengan nymphaea. Meskipun sebenarnya tanaman tersebut digunakan untuk acara upacara keagamaan, tetapi peneliti mengatakan bahwa bangsa maya kuno telah menggunakannya juga sebagai obat disfungsi ereksi.

Lalu di sipanyol juga ada pengobatan kuno

300 SM (Gigitan Lalat Spanyol)
Pada sekitar 300 SM, peradaban yunani kuno menggunakan lalat spanyol untuk mengatasi disfungsi ereksi. Tetapi pada zaman modern sekarang diketahui bahwa gigitan lalat spanyol terlalu beracun dan tidak efektif untuk mengatasi disfungsi ereksi.

Abad ke-13 (Mengobati Impoten dengan Mengusir Iblis)
Pada abad ke-13, Thomas Aquinas percaya bahwa iblis penyebab yang paling mungkin dari impoten. Beberapa ratus tahunkemudian, telah terbit buku pada abad pertengahan dituliskan cara untuk memburu penyihir yang disebut Malleus Maleficarum.

Pria dengan masalah disfungsi ereksi dipaksa untuk mencari keberadaan perempuan yang telah menyihir penisnya dan membujuknya untuk mengembalikan lagi ereksinya.

Mengobati dengan sentuhan wanita

Tahun 1600-1900 (Mengobati Impoten dengan Sentuhan Tangan Wanita)
Selama tahun 1600-an, orang-orang pada masa itu menyatakan bahwa lemahnya penis dapat diatasi dengan sentuhan tangan wanita, sebab sentuhan dari tangan wanita dapat membuat penis ereksi.

Penemuan Gila!!!

Namun pada akhir masa itu, para ilmuan telah menemukan bahwa ereksi disebabkan oleh pasokan darah pada arteri penis. Sehingga pada tahun 1873, peneliti telah menemukan cara pengobatan bedah pertama untuk impoten, yaitu dengan cara memblokir pembuluh darah yang menguras darah dan dapat menyebabkan penis tidak bisa ereksi.

Awal Abad ke-20 (Transpalantasi Jaringan Testis Monyet)
Pada tahun 1918, seorang dokter yang berasal dari rusia memperkenalkan ide yang cukup gila untuk melakukan transpalantasi jaringan testis monyet pada manusia. Operasi eksperimental ini juga unuk mengatasi impoten yang dilakukan dengan menanamkan jaringan dari testis yang diambil dari mayat manuisai, kambing, babi, dan rusa terhadap penis pria yang mengalami disfungsi ereksi.

Kemudian pada tahun 1935, peneliti di belanda menemukan adanya hormon testosteron pada pria dan menggunakan hal ini sebagai acuan pengobatan sampai sekarang.

Implan penis

Tahun 1960 (Implan Penis)
Implan penis awalnya didasarkan pada pengamatan terhadap banyak hewan yang memiliki tulang penis sejati. Tetapi upaya melakukan penanaman tulang rawan pada penis manusia gagal karena cangkokannya dapat terserap oleh tubuh dengan cepat.

Maka pada tahun 1960 peneliti mulai menggunakan implan sintetis. Pada implan pertama masih banyak menemukan kesulitan dan menyebabkan rasa sakit. Maka pada tahun 1970-an peneliti menggantikannya dengan implan yang dapat dipompa penuh dengan udara.

Penompa penis

Tahun 1970 (Pemompa Penis)
Seorang aktivis gereja yang memiliki bisnis ban menemukan cara untuk menerapkan pompa ban ke silinder yang akan menghasilkan tekanan sehingga dapat membuat penis ereksi.

Kemudian FDA menyetujui metode tersebut untuk mengatasi impoten. Dengan cara memompa penis sekitar 30 menit sebelum berhubungan seks dapat membangkitkan ereksi walaupun tanpa pengobatan.

Suntikan penis

Tahun 1980 (Suntikan Penis) 
Kemajuan medis yang secara tidak sengaja ini, membuahkan hasil ketika seorang ahli bedah asal prancis dengan sengaja menyuntikan papverine untuk membuka pembuluh darah ke penis pasiennya. Tenyata setelah menyuntikannya penis tersebut memberi reakis dengan ereksi instan dan kemudian penemuan yang secara tidak sengaja ini menjadi awal dari terapi injeksi intrakavernosa impoten.

Tahun 1990 hingga sekarang (Viagra)
Pada tahun 1994, peneliti tidak sengaja menemukan viagra ketika sedang melakukan uji coba terhadap obat untuk mengatasi radang tenggorokan. Ternyata seldenafil pada viagra mampu menyebabkan ereksi. Pada tahun 1998 FDA menyetujui bahwa viagra merupakan obat untuk mengatasi impoten sampai sekarang.

Penutup

Itu tadi beberapa sejarah dalam pengobatan impotensi semoga dapat menambah ilmu pengetahuan Anda.

Bagaimana artikel saat ini sobat cukup membantu? Tolong salin url di atas lalu bagikan artikel ini ke teman-teman sobat atau sodara sobat. Agar kami senang membuat dan mendukung artikel kami. Sekian terima kasih sampai jumpa. Salam hangat dari kami

Artikel ini dimiliki dan didukung oleh © pesha acompeny

Plagiarisma Protected by Copyscape peshaAcompeny