pelangaran HAM di indonesia karena petrus | Petrus atau Penembakan Misterius (OPERASI RAHASIA)

blogmerot21.xyz - Petrus atau Penembakan Misterius adalah suatu operasi rahasia pada masa Pemerintahan Soeharto pada tahun 1980-an untuk menanggulangi tingkat kejahatan yang begitu tinggi di indonesia.

Operasi ini secara umum adalah operasi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah.

Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah "petrus" (penembak misterius).

Bertato saja sudah cukup untuk dijadikan alasan pembunuhan.

Pada puncaknya tahun 1983 tercatat ±532-781 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Pada Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di an­­taranya 15 orang tewas ditembak. Ta­hun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di an­taranya tewas ditembak.

Petrus menimbulkan protes dari para tokoh, salah satunya wakil presiden Adam Malik dan jenderal (purn.) Umar Wirahadikusumah. Tetapi Soeharto menanggapi nya dengan berkata

“Ya, nanti biar saya yang bertanggung jawab kepada Tuhan,” kata Soeharto.

Para korban Pe­trus sendiri saat ditemukan masyarakat da­lam kondisi tangan dan lehernya te­ri­kat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, la­ut, hutan dan kebun.

Soeharto menyatakan bahwa alasan petrus karena rakyat kecil telah dipersulit oleh sekelompok manusia jahat di beberapa daerah; mereka dirampok, diperkosa, dan lain-lain. Sementara polisi dan aparat keamanan lainnya boleh dikatakan tidak berdaya, sehingga suatu shock therapy perlu diambil untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi kejahatan.

Pada akhirnya Soeharto menghentikan Operasi Petrus pada tahun 1985 karena adanya tekanan dari dunia internasional tentang pelanggaran Ham yang terjadi di Indonesia.
Plagiarisma Protected by Copyscape peshaAcompeny