Rambo asli dari china sepanjang sejarah perajurit bar bar anti mainstrim

blogmerot21 - Yang Jingyu (1905-1940), Rambo China yang meneror Jepang

Kisah awal Rambo China
Yang lahir di Henan, di masa muda terkenal sebagai seorang pemberani dan cinta negara. Ia bergabung dengan liga pemuda komunis di kotanya. Dalam pertempuran melawan rezim korup nasionalis ia tertangkap dan dipenjara namun berhasil lolos. Setelah lolos reputasinya makin naik sehingga menjabat berbagai jabatan dalam partai komunis dan memimpin kaum geriyawan di wilayah timur laut.

Yang dan pasukannya sering bentrok dengan pasukan Jepang yang menduduki negara boneka mereka, Manchukuo. Mereka sering melakukan sabotase terhadap fasilitas2 militer Jepang, pembunuhan terhadap perwira Jepang dan para Chinese pengkhianat dan menyergap konvoi, sehingga menjadikannya buronan nomor satu yang ditargetkan Jepang.

Alasan Rambo Chinna berakhir
Tahun 1940, Jepang mengerahkan pasukan besar termasuk bala bantuan dari pasukan guandong (divisi Jepang yang paling ditakuti) guna membasmi elemen2 anti Jepang di timur laut China. Mereka menawarkan hadiah 10rb yuan untuk kepala Yang Jingyu. Pertempuran dahysyat terjadi, kali ini Jepang berhasil memutus jalur komunikasi dan perbekalan Yang dari pasukan utama. Walau terisolasi Yang tetap bertempur dengan gagah berani dan menolak tawaran menyerah. Lebih dari 40 pertempuran kecil terjadi namun Jepang blm juga berhasil menangkap Yang. 

Dalam keadaan frustasi Jepang memakai siasat keji menjarah dan membakari desa2 sekitar atau menduduki desa untuk mempersempit ruang gerak pasukan Yang. Antek2 Jepang/ China pengkhianat juga dikerahkan untuk mengumpulkan informasi.

Yang berencana memecah sisa pasukannya untuk menembus pengepungan, sayangnya ia dikhianati beberapa perwira sehingga sisa pasukannya 60an orang itu tersapu bersih oleh Jepang, setelah 2 perwira terakhirnya gugur dalam pertempuran, tinggallah ia seorang diri di pegunungan timur laut yang bersalju dengan udara dingin menggigit main kucing2an dengan Jepang. 

Selama 5 hari, Jepang dan antek2nya mengalami teror yang hebat, jebakan dan sergapan yang dipasang Yang memakan banyak korban di antara mereka. Sebuah hal yang memalukan karena untuk memburu satu orang saja pasukan Jepang yang tangguh itu harus mengerahkan ribuan pasukan bersenjata lengkap. Perjuangan Yang berakhir ketika Jepang mengepungnya rapat2 di hutan dan terkena berondogan senapan mesin.

Yang adalah ahli jebakan sehingga setelah gugur pun, selama beberapa saat pertama tidak ada musuh yang berani segera mendekati jenazahnya khawatir ada jebakan lain.Penasaran bagaimana Yang bertahan di gunung salju selama itu, komandan Jepang, Ryuichiro Kishitani, memerintahkan perut Yang dibelah untuk melihat apa yang dimakannya. Ternyata hanya ada akar rumput, kulit pohon dan katun dari pakaian. Tekad bajanya untuk membela negaralah yang membuatnya berjuang hingga akhir. Kishitani memerintahkan agar jenazahnya dikubur dengan layak sebagai penghormatannya, ia menyebut Yang sebagai "musuh yang tangguh dan pejuang sejati". 

Setelah Jepang kalah tahun 1945, Kishitani melakukan harakiri, dalam surat terakhirnya ia menulis, "keputusan yang mulia kaisar memulai perang dengan China merupakan kesalahan besar, mereka memiliki pejuang2 tangguh seperti Yang Jingyu yang membuat mereka bertahan dan tak akan pernah jatuh"

Setelah perang berakhir, pemerintah China melakukan investigasi memburu para perwira yang mengkhianati Yang. Banyak dari mereka tertangkap dan dihukum mati tanpa ampun. Patung Yang didirikan di lokasi pertempuran terakhirnya untuk mengenang kepahlawanannya.
Plagiarisma Protected by Copyscape peshaAcompeny