Valentine | mengapa tidak boleh valentine dan hukum nya valentine

mengapa tidak boleh valentine dan hukum nya valentine


ilustrasi gambar Valentine | gambar by www.surabayamengaji.com

blogmerot 21 - Pembuktian Cinta Sejati Dengan Menikah, Bukan Dengan Coklat

Duhai para wanita dan insan yang mencari cinta, apakah ini cinta yang engkau cari? Cinta yang berumur sehari saja? Atau berumur semalam di malam Valentine?

Hari yang ditunggu oleh sepadang muda-mudi yang terperdaya yaitu hari valentine yang diklaim sebagai hari cinta dan kasih. Padahal sudah banya tersebar mengenai kisah yang sebenarnya mengenai asal usul hari Valentine. Tentu saja hukum merayakannya sudah jelas yaitu HARAM.

Adalah tepatnya sang pemudi yang lebih banyak tertipu daya, sang pemuda membuktikan cinta dengan sekedar surprise ungkapan romantis manis berbalut kata puitis, kemudian buah tangan yang terbingkis berisi coklat dan sepenggal kalimat yang membuat pemudi melayang ke langit impian.

Sedangkan sang pemudi terperdaya dengan membuktikan cinta dengan keperawanan atau apalah, yang seharusnya itu dipersembahkan untuk suami halalnya kelak.

Pembuktian cinta hanya dengan menikah

Jika ada mengakui mencinta tetapi tidak menikahi atau segera menikahi maka itu semua hanya cinta kasih yang menjelma saja dalam pandangan mata yang berfatamorgana.

Walaupun yang diumbar adalah sajak romantis yang mengalahkan merdu kicauan burung, walaupun sentuhan sayang yang dibelai mengalahkan tetesan embun dan walaupun buah tangan yang diberi adalah rangkaian melati bersanggul jelita. Semuanya tanpa pernikahan adalah semi palsu bahkan tipu daya.

Mengapa? karena orang yang paling mengetahui hakikat pembuktian cinta mengatakan bukti cinta adalah menikah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لم ير للمتحا بين مثل النكاح

“Tidak diketahui [yang lebih bermanfaat] bagi dua orang yang saling mencinta semisal pernikahan”1

Sekali lagi, pembuktian cinta hanya dengan menikah!

Seorang Muslim yang cemburuan terhadap agamanya niscaya tidak rela mendengarkan Valentine’s Day (Hari Valentine). Sadar atau tidak, kompilasi merayakan Valentine’s Day berarti dia ikut melakukan penghormatan kepada orang Nasrani yang dianggap sebagai 'Pahlawan Cinta'.

Di masa sekarang ini, jalan hidup Yahudi dan Nasrani mana yang tidak ditiru kaum Muslimin? Mulai gaya berpakaian, gaya makan, gaya penampilan, gaya hidup, hingga gaya beragama bagi banyak orang dan Nasrani. Termasuk pula kompilasi Valentine’s Day. Saling memberi coklat, bunga, kado, pergi ke pesta, serta gaya hidup orang-orang Yahudi dan Nasrani lebih banyak kita dapati pada hari ini. Lantas ke mana rasa rida dan bangga kita terhadap agama Islam bila kita mengikuti tradisi dan kebiasaan orang kafir?

Ikut memeriahkan Valentine’s Day dengan cara apapun, sama saja dengan mengikuti kebiasaan orang kafir. Sementara Nabi ﷺ telah memberikan ancaman yang sangat keras bagi orang yang menuntut kebiasaan orang kafir.

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda:
"Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia bagian dari kaum tersebut." [HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani.

Adapun sikap-sikap yang harusnya dilakukan seorang muslim diantaranya:

• Tidak ikut merayakannya, menyertai orang yang merayakannya, atau menghadirinya.

• Tidak membantu/mendukung orang kafir dalam perayaan mereka, dengan memberikan hadiah, menyediakan peralatan untuk perayaan itu atau syi’ar-syi’arnya, atau meminjaminya

• Tidak membantu kaum muslimin yang ikut-ikutan merayakannya. Bahkan ia wajib mengingkari mereka, karena kaum muslimin yang merayakan hari raya orang kafir adalah perbuatan mungkar yang harus diingkari Dari sini, kaum muslimin tidak boleh pula menjual bingkisan (pernak-pernik) bertema Hari Kasih Sayang, baik pakaian tertentu, mawar merah, kartu ucapan selamat, atau lainnya. Karena memperjualbelikannya termasuk membantu kemungkaran. Sebagaimana juga tidak boleh bagi orang yang diberi hadiah Hari Kasih Sayang untuk menerimanya. Karena, menerimanya mengandung makna persetujuan terhadap perayaan ini.

•Tidak memberikan ucapan selamat Hari Kasih Sayang, karena hari itu bukanlah hari raya kaum muslimin.Dan bila seorang muslim diberi ucapan selamat Hari Kasih Sayang, maka dia *tidak boleh membalasnya.

•Menjelaskan hakikat perayaan ini dan hari-hari raya orang kafir yang semisalnya, kepada kaum muslimin yang tertipu dengannya.


Semua orang bicara cinta,
Tapi timbangannya beda-beda,
Cinta di atas agama, atau cinta berujung petaka?
Petaka muncul bila cinta diukur sebatas nafsu,
Atas nama cinta, mereka berzina.

Jaga kehormatan, kesucian diri dengan mengatakan TIDAK pada VALENTINE,
Muslim TIDAK merayakan VALENTINE.

Allah ﷻ telah mengingatkan hamba-Nya dengan keras tentang hal ini:

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan jangan dekati zina! Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [QS. Al-Isra’:32]

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala



Konten ini dimiliki dan didukung oleh © pesha acompeny


No copy ryght Sumber :
[Akal sendiri: https://www.blogmerot21.xyz/]
[Surabaya mengaji: https://www.surabayamengaji.com/]
Plagiarisma Protected by Copyscape peshaAcompeny